Sabtu, 30 Juni 2012

Tuhan membuat semua menjadi indah

Pkb 3:11 “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.”
Saya termasuk jenis orang yang kurang sabar dan cenderung ingin cepat dalam mengerjakan sesuatu. Satu waktu seorang teman saya menanam pohon cincau dan memberikan beberapa helai daunnya kepada saya untuk dibuat menjadi cincau. Teman saya menerangkan bahwa daun cincau itu harus dilumatkan dengan tangan dan getahnya diperas sampai habis lalu didiamkan sekitar 2 sampai 3 jam supaya mengeras. Sesampai di rumah, saya melakukan apa yang teman saya instruksikan yaitu melumatkan daun cincau dengan tangan sampai getahnya keluar semua.
Tetapi saya tidak sabar menunggu sampai 2 jam seperti yang teman saya sarankan agar getah daun cincau itu mengeras. Baru sekitar 1 jam saya mencoba memakan cincau yang saya buat itu namun ternyata tidak bisa dimakan sebab masih sangat lembek. Cincau yang saya buat itu menjadi tidak indah (tidak dapat dinikmati) sebab saya memakannya sebelum waktunya.
Seorang wanita yang sedang hamil harus menunggu sekitar 9 bulan sampai bayi yang ada dalam kandungannya siap untuk dilahirkan. Saya bukan seorang wanita jadi tidak pernah merasakan susahnya mengandung anak selama 9 bulan tetapi jelas mengandung itu bukan sebuah hal yang nyaman. Semakin hari perut semakin membesar sehingga menyulitkan untuk melakukan aktivitas bahkan untuk tidur pun mengalami gangguan. Meskipun begitu wanita yang sedang hamil harus tetap menunggu selama 9 bulan sebab bila ia memaksa untuk melahirkan lebih awal maka bayi yang dilahirkan akan menjadi prematur. Untuk segala sesuatu ada waktunya dan Tuhan membuatnya indah pada waktunya.
Ketika saya baru masuk kuliah dulu, komputer yang dipakai masih generasi XT yang jauh lebih lambat dibandingkan dengan komputer generasi pentium sekarang. Tetapi herannya meskipun sudah jauh lebih cepat dibandingkan komputer yang dulu, saat ini masih saja banyak orang yang mengeluh bahwa komputer yang dipakainya lambat. Manusia yang hidup di jaman modern ini memang cenderung untuk tidak sabar menunggu akibat pengaruh kehidupan yang semakin serba cepat dan instan ini. Secara tidak sadar hal ini juga mempengaruhi kehidupan banyak orang kristen yang cenderung tidak sabar menantikan janji Tuhan digenapi dalam hidup mereka. Banyak orang kristen yang lebih suka melakukan kesalahan daripada sabar menantikan waktu Tuhan untuk melakukan sesuatu. Memang tersedia jalan pertobatan dan pemulihan namun kita harus membayar harga yang mahal untuk kesalahan yang kita lakukan akibat ketidaksabaran kita.
Salah satu kunci kesuksesan kita dalam hidup ini adalah melakukan sesuatu tepat pada waktunya. Kita harus belajar melakukan sesuatu menurut waktu Tuhan bukan waktu kita. Diperlukan iman dan kesabaran agar kita bisa melakukan sesuatu menurut waktu Tuhan. Yesus begitu berhasil selama pelayanan-Nya di dunia ini sebab Ia selalu melakukan sesuatu tepat pada waktunya. Yesus tidak bertindak berdasarkan kemauan-Nya sendiri atau berdasarkan kehendak orang lain melainkan Ia melakukan sesuatu sesuai waktunya, yaitu waktu yang sudah ditentukan oleh Bapa. Bahkan Yesus tidak mencoba menunjukkan keberadaan diri-Nya kepada orang banyak sebagai anak Allah yang sanggup melakukan mukjizat sebelum waktunya tiba meskipun saudara-saudara-Nya sendiri mendorong-Nya untuk melakukan hal tersebut (Yoh 7:6). Oh betapa berbedanya dengan banyak pelayan Tuhan yang mencoba mempromosikan diri mereka demi mencari sebuah pengakuan dari orang banyak. Sindrom untuk mencari pengakuan telah mendorong banyak pelayan Tuhan yang mempromosikan diri mereka sendiri. Selama melayani di dunia ini, Yesus tidak digerakkan oleh kebutuhan-Nya untuk memperoleh pengakuan sebab Ia memiliki rasa aman (identitas) yang diberikan oleh Bapa. Sebelum kita memperoleh rasa aman (identitas) dalam Tuhan seringkali pelayanan yang kita lakukan cenderung untuk memuaskan keakuan kita. Akibat natur dosa yang kita miliki, kita cenderung melakukan sesuatu didorong oleh keakuan kita yang butuh dihargai, didukung dan dihormati. Oleh karena itu sebelum Tuhan memakai seseorang maka Ia akan memroses orang itu agar keakuannya bisa dimatikan sehingga pelayanan orang tersebut benar-benar hanya untuk kemuliaan-Nya.
Charles Swindol mengatakan bila kita menantikan Allah untuk memimpin langkah-langkah kita, Ia akan melakukan-Nya. Bila kita memercayakan kepada-Nya untuk mencukupi kebutuhan kita maka Ia mau mengerjakannya sebab Ia telah berjanji bahwa kita tidak akan pernah ditinggalkan dan anak cucu kita tidak akan meminta-minta roti (Mzm 37:25). Tuhan itu setia dan tidak pernah lalai menggenapi apa yang telah Ia janjikan. Manusia mungkin bisa gagal untuk mengenapi janjinya tetapi janji Allah tidak pernah gagal sebab Ia sendiri tidak bisa gagal. Saya telah mengalami sendiri bagaimana Tuhan sanggup memelihara hidup saya tatkala hidup saya diambang kematian. Seringkali bukan Tuhan yang lalai mengenapi janjiNya melainkan kita yang tidak sabar untuk menunggu janji itu digenapi. Waktu Tuhan bukanlah waktu kita dan jalan-Nya bukanlah jalan kita. Nantikanlah Dia dengan sabar sebab Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya