Saya
termasuk jenis orang yang kurang sabar dan cenderung ingin
cepat dalam mengerjakan sesuatu. Satu waktu seorang teman
saya menanam pohon cincau dan memberikan beberapa helai
daunnya kepada saya untuk dibuat menjadi cincau. Teman saya
menerangkan bahwa daun cincau itu harus dilumatkan dengan
tangan dan getahnya diperas sampai habis lalu didiamkan sekitar 2
sampai 3 jam supaya mengeras. Sesampai di rumah, saya melakukan
apa yang teman saya instruksikan yaitu melumatkan daun
cincau dengan tangan sampai getahnya keluar semua.
Tetapi saya tidak sabar menunggu sampai
2 jam seperti yang teman saya sarankan agar getah daun
cincau itu mengeras. Baru sekitar 1 jam saya mencoba memakan
cincau yang saya buat itu namun ternyata tidak bisa dimakan sebab
masih sangat lembek. Cincau yang saya buat itu menjadi tidak
indah (tidak dapat dinikmati) sebab saya memakannya sebelum
waktunya.
Seorang
wanita yang sedang hamil harus menunggu sekitar 9 bulan
sampai bayi yang ada dalam kandungannya siap untuk
dilahirkan. Saya bukan seorang wanita jadi tidak pernah merasakan
susahnya mengandung anak selama 9 bulan tetapi jelas mengandung
itu bukan sebuah hal yang nyaman. Semakin hari perut semakin
membesar sehingga menyulitkan untuk melakukan aktivitas
bahkan untuk tidur pun mengalami gangguan. Meskipun begitu
wanita yang sedang hamil harus tetap menunggu selama 9 bulan
sebab bila ia memaksa untuk melahirkan lebih awal maka bayi
yang dilahirkan akan menjadi prematur. Untuk segala sesuatu
ada waktunya dan Tuhan membuatnya indah pada waktunya.
Ketika
saya baru masuk kuliah dulu, komputer yang dipakai masih
generasi XT yang jauh lebih lambat dibandingkan dengan
komputer generasi pentium sekarang. Tetapi herannya meskipun
sudah jauh lebih cepat dibandingkan komputer yang dulu, saat ini
masih saja banyak orang yang mengeluh bahwa komputer yang
dipakainya lambat. Manusia yang hidup di jaman modern ini
memang cenderung untuk tidak sabar menunggu akibat pengaruh
kehidupan yang semakin serba cepat dan instan ini. Secara
tidak sadar hal ini juga mempengaruhi kehidupan banyak orang
kristen yang cenderung tidak sabar menantikan janji Tuhan
digenapi dalam hidup mereka. Banyak orang kristen yang lebih
suka melakukan kesalahan daripada sabar menantikan waktu
Tuhan untuk melakukan sesuatu. Memang tersedia jalan
pertobatan dan pemulihan namun kita harus membayar harga yang
mahal untuk kesalahan yang kita lakukan akibat ketidaksabaran kita.
Salah
satu kunci kesuksesan kita dalam hidup ini adalah melakukan
sesuatu tepat pada waktunya. Kita harus belajar melakukan
sesuatu menurut waktu Tuhan bukan waktu kita. Diperlukan
iman dan kesabaran agar kita bisa melakukan sesuatu menurut waktu
Tuhan. Yesus begitu berhasil selama pelayanan-Nya di dunia ini
sebab Ia selalu melakukan sesuatu tepat pada waktunya. Yesus
tidak bertindak berdasarkan kemauan-Nya sendiri atau
berdasarkan kehendak orang lain melainkan Ia melakukan
sesuatu sesuai waktunya, yaitu waktu yang sudah ditentukan
oleh Bapa. Bahkan Yesus tidak mencoba menunjukkan keberadaan
diri-Nya kepada orang banyak sebagai anak Allah yang
sanggup melakukan mukjizat sebelum waktunya tiba meskipun
saudara-saudara-Nya sendiri mendorong-Nya untuk melakukan hal
tersebut (Yoh 7:6). Oh betapa berbedanya dengan banyak pelayan Tuhan
yang mencoba mempromosikan diri mereka demi mencari sebuah
pengakuan dari orang banyak. Sindrom untuk mencari pengakuan
telah mendorong banyak pelayan Tuhan yang mempromosikan
diri mereka sendiri. Selama melayani di dunia ini, Yesus
tidak digerakkan oleh kebutuhan-Nya untuk memperoleh
pengakuan sebab Ia memiliki rasa aman (identitas) yang
diberikan oleh Bapa. Sebelum kita memperoleh rasa aman
(identitas) dalam Tuhan seringkali pelayanan yang kita lakukan
cenderung untuk memuaskan keakuan kita. Akibat natur dosa yang kita
miliki, kita cenderung melakukan sesuatu didorong oleh
keakuan kita yang butuh dihargai, didukung dan dihormati.
Oleh karena itu sebelum Tuhan memakai seseorang maka Ia akan
memroses orang itu agar keakuannya bisa dimatikan sehingga
pelayanan orang tersebut benar-benar hanya untuk
kemuliaan-Nya.
Charles
Swindol mengatakan bila kita menantikan Allah untuk
memimpin langkah-langkah kita, Ia akan melakukan-Nya. Bila
kita memercayakan kepada-Nya untuk mencukupi kebutuhan kita
maka Ia mau mengerjakannya sebab Ia telah berjanji bahwa kita tidak
akan pernah ditinggalkan dan anak cucu kita tidak akan
meminta-minta roti (Mzm 37:25). Tuhan itu setia dan tidak
pernah lalai menggenapi apa yang telah Ia janjikan. Manusia
mungkin bisa gagal untuk mengenapi janjinya tetapi janji
Allah tidak pernah gagal sebab Ia sendiri tidak bisa gagal.
Saya telah mengalami sendiri bagaimana Tuhan sanggup
memelihara hidup saya tatkala hidup saya diambang kematian.
Seringkali bukan Tuhan yang lalai mengenapi janjiNya
melainkan kita yang tidak sabar untuk menunggu janji itu digenapi.
Waktu Tuhan bukanlah waktu kita dan jalan-Nya bukanlah jalan
kita. Nantikanlah Dia dengan sabar sebab Ia membuat segala
sesuatu indah pada waktunya